Jakarta, Disway.id - Para mahasiswa itu kini tak lagi sibuk menghafal teori di ruang kelas. Mereka juga tak sedang mempersiapkan proyek tugas akhir hanya demi mengejar nilai.
Kali ini, mereka benar-benar diterjunkan ke lapangan, berhadapan langsung dengan dunia kerja yang sesungguhnya. Mereka digembleng, dilatih, dan ditempa agar memiliki keterampilan dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri.
----------------------------------------------------------------------------------
Sudah lama beredar ungkapan, “ijazah hanyalah tiket masuk, bukan jaminan untuk duduk.” Mungkin inilah yang membuat pemerintah menaruh perhatian besar pada Program Magang Nasional, sebuah terobosan yang dirancang untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia kerja.
Program ini diharapkan mampu menjadi jembatan nyata antara kampus dan industri—bukan sekadar magang formalitas yang berakhir di depan mesin fotokopi, melainkan pengalaman magang yang benar-benar bermakna dan berisi.
Melalui program ini, jutaan mahasiswa akan disalurkan ke ribuan perusahaan yang memang membutuhkan tenaga muda berpotensi. Pemerintah ingin memastikan bahwa pengalaman magang menjadi proses pembelajaran yang membentuk karakter, etos kerja, dan kemampuan profesional peserta.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul, produktif, dan kompetitif di tengah tantangan global.
Kementerian Ketenagakerjaan kini mengambil peran penting sebagai penghubung antara dunia kampus dan dunia kerja, antara ijazah dan gaji pertama.
Prinsipnya sederhana namun kuat: bukan sekadar teori, melainkan praktik langsung di lapangan. Melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah menggandeng sejumlah perusahaan besar dan BUMN untuk menjadi mitra pelaksana program.
Penempatan peserta pun tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap lulusan diarahkan ke sektor yang sesuai dengan jurusan dan kompetensi mereka, sehingga pengalaman magang menjadi relevan dan efektif.
Menariknya, peserta program juga memperoleh insentif selama enam bulan, dengan nominal setara Upah Minimum Regional (UMR) di daerah masing-masing. Dana tersebut dikirim langsung ke rekening peserta selama mereka menjalani masa magang di perusahaan mitra.
Sistem ini juga dirancang dengan bijak, peserta ditempatkan di daerah asal mereka. Artinya, tidak perlu memikirkan biaya kos atau ongkos transportasi harian. Fokus mereka sepenuhnya diarahkan untuk belajar bekerja, bukan sekadar bekerja untuk belajar.
Program Magang Nasional ini menyasar lulusan Diploma (D1–D4) dan Sarjana (S1) dari seluruh Indonesia. Sejumlah BUMN dan perusahaan swasta terkemuka telah menyatakan kesiapan mereka untuk berpartisipasi, membuka peluang bagi generasi muda agar lebih siap menapaki dunia profesional.
Baca selengkapnya di sini: https://disway.id/read/904115/bukan-sekadar-magang-fotokopi#