Apakah ini benar-benar tanda kiamat atau sekadar konsekuensi logis dari perubahan iklim, semuanya kembali pada cara manusia menyikapinya. Jika peringatan ini terus diabaikan, maka kehancuran besar bukan lagi sekadar narasi keimanan, melainkan kemungkinan nyata.
Tanda kiamat di Greenland, baik dipahami secara ilmiah maupun spiritual, sejatinya adalah ajakan untuk merenung. Alam tidak pernah berbicara dengan kata-kata, tetapi melalui peristiwa. Mencairnya es Greenland adalah pesan keras bahwa waktu untuk berubah semakin sempit.
Jika manusia tidak segera memperbaiki hubungannya dengan alam, maka apa yang hari ini disebut sebagai tanda, bisa menjadi kenyataan pahit di masa depan.