Anwar Hafid Ajak Kepala Dinas Menjadi Pemimpin Berbasis Nilai Moral dan Spiritual

Minggu 01-02-2026,17:02 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Palu, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa keberhasilan dalam mengemban amanah pemerintahan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan administratif, tetapi juga sangat bergantung pada kejernihan nurani serta keteguhan hati. Penegasan tersebut disampaikannya pada hari ketiga Retret Kepala Dinas lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (1/2/2026).

Dalam arahannya, Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas komitmen seluruh peserta yang tetap mengikuti rangkaian kegiatan hingga hari ketiga. Ia berharap retret ini benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan diri untuk memperkuat integritas, spiritualitas, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Saya berharap kita semua betah sampai besok (senin) subuh. Gunakan waktu ini untuk memperkuat nurani dan hati kita. Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, kita menjadi dai-dai Allah,” ujar Anwar di hadapan para Kepala Dinas.

Ia menilai para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejatinya sedang dipersiapkan menjadi aparatur yang membawa misi kebaikan dalam birokrasi pemerintahan. Anwar Hafid menyebut proses ini sebagai pembentukan “tim sukses Allah”, yakni aparatur yang menjadikan kejujuran, keteladanan, dan akhlak mulia sebagai landasan dalam setiap kebijakan dan pelayanan.

“Kita ini sedang di didik menjadi tim sukses Allah. Semakin banyak kita mengampanyekan Allah kepada manusia, tentu Allah akan senang kepada kita. Tapi sebelum itu, kita harus mengisi diri agar tidak salah dalam berkata dan bertindak,” tambahnya.

Retret yang diikuti seluruh kepala dinas lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tersebut telah berlangsung sejak Jumat dan dijadwalkan berakhir pada Senin dini hari. Selama pelaksanaannya, para peserta mengikuti pembinaan intensif yang meliputi ibadah berjamaah, kajian keislaman, tausiyah, serta diskusi reflektif terkait etika birokrasi dan tanggung jawab aparatur negara.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid secara resmi membuka kegiatan retret yang dipusatkan di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, sejak Jumat (30/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026). Konsep kegiatan yang menyerupai pesantren kilat ini menjadikan Anwar Hafid sebagai satu-satunya gubernur di Indonesia yang menggelar retret pimpinan OPD di rumah ibadah, dengan pendekatan pembinaan spiritual dan moral sebagai fondasi kepemimpinan birokrasi.

Selama tiga hari penuh, agenda difokuskan pada penguatan ibadah, pendalaman nilai keislaman, tausiyah, serta refleksi mengenai makna kepemimpinan dan tanggung jawab publik.

“Mulai hari ini, hari Jumat, kami melakukan retret bagi setiap Kepala Dinas di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan tempatnya di masjid,” ujar Anwar Hafid saat membuka kegiatan.

Ia menegaskan bahwa retret ini bukan kegiatan seremonial semata, melainkan upaya serius membangun fondasi kepemimpinan yang bersih, amanah, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Saya ingin para kepala dinas memulai tugas dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan kesadaran bahwa jabatan adalah amanah, bukan sekadar kekuasaan,” tegasnya.

Menurut Anwar Hafid, pembangunan daerah tidak akan optimal jika hanya mengandalkan kecakapan teknokratis tanpa ditopang kekuatan moral dan spiritual para pemimpinnya.

“Kalau pemimpinnya takut kepada Tuhan, insya Allah kebijakannya akan berpihak kepada rakyat, bukan pada kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemilihan Masjid Raya Baitul Khairaat sebagai lokasi retret didasari pertimbangan nilai peradaban Islam Sulawesi Tengah, efisiensi anggaran, serta harapan akan keberkahan.

“Kenapa saya pilih masjid, karena selain ada efisiensi, masjid itu bisa lebih berkah. Jadi berkahnya juga kita dapat,” tuturnya.

Kategori :