Khamenei Junior jadi Pemimpin! Lebih KEJAM, AS-Israel Menyesal

Kamis 05-03-2026,10:01 WIB
Reporter : Dimas Satriyo Nugroho
Editor : Dimas Satriyo Nugroho

Kendali berarti memastikan tidak terjadi perpecahan di elite kekuasaan, menjaga koordinasi aparat keamanan, serta mencegah perebutan kekuasaan di tengah krisis.

 

Sementara legitimasi yang dimaksud bukanlah dalam konteks masyarakat luas, melainkan di dalam lingkaran inti rezim.

Misalnya saja politisi garis keras, institusi keamanan, serta jaringan loyalis yang masih mendukung Republik Islam.

 

Dalam konteks itu, Mojtaba Khamenei dianggap memiliki keunggulan dibandingkan dengan kandidat lainnya.

Mirip atau bahkan lebih kejam dengan Sang Ayah, diharapkan basis inti rezim bisa lebih mudah kepemimpinannya.

 

Mojtaba diketahui juga memiliki hubungan lama dengan IRGC dan jaringan komandonya.

Mojtaba sudah menjadi penghubung penting anatara ayahnya dengan elite militer Iran.

 

Dengan terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin baru, Republik Islam Iran kini menghadapi 2 pilihan besar.

Pilihan besar tersebut yaitu:

1. Melanjutkan Perlawanan: Pilihan pertama berarti Iran tetap bersikap keras terhadap serangan yang datang dari luar.

Strategi ini melibatkan penggunaan rudal, drone, jaringan sekutu regional serta operasi militer tidak langsung.

2. Mengambil Langkah Mundur: Pilihan kedua adalah mengambil langkah mundur atau menerima eskalasi dan juga menerima tuntutan terutama mengurangi proyek pengayaan uranium sebagai proyek nasional dan juga membatasi kecanggihan teknologi persenjataan.

Kategori :