Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program wirausaha lanjutan. Program ini dirancang untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus mendorong mereka berkembang hingga naik kelas.
“Kami memiliki program wirausaha lanjutan yang ditujukan bagi pelaku UMKM yang sudah berjalan. Kami memberikan pelatihan dan pendampingan agar UMKM dapat bersaing dan naik kelas,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah Sumarno di Palu, dilansir Antara, Kamis (23/7/2026).
Sumarno menjelaskan, program wirausaha lanjutan tahun 2026 diikuti oleh 80 pelaku UMKM yang dibagi ke dalam dua kelas, masing-masing berisi 40 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Pelatihan difokuskan pada pengembangan produk berbasis potensi unggulan daerah, yakni komoditas kelapa dan hasil perikanan.
Menurutnya, satu kelas secara khusus diarahkan untuk mengembangkan produk olahan kelapa beserta turunannya. Sebagai salah satu daerah penghasil kelapa, Sulawesi Tengah dinilai masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.
Melalui pelatihan itu, para pelaku UMKM didorong agar tidak hanya menjual kelapa sebagai bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi berbagai produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Sementara kelas lainnya berfokus pada pengembangan produk berbahan baku hasil laut, seperti rumput laut, ikan, udang, dan komoditas perikanan lainnya.
Ia menilai program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam melalui pengembangan produk unggulan yang memiliki nilai tambah.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai manajemen usaha, strategi menghadapi perubahan pasar, pemasaran digital, hingga akses pembiayaan sebagai bekal untuk mengembangkan usaha.
Selain memberikan pelatihan, pemerintah daerah juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar usaha para peserta terus berkembang.
Sumarno mengakui konsistensi masih menjadi tantangan utama bagi sebagian pelaku UMKM. Menurutnya, tidak sedikit pelaku usaha yang berpindah-pindah jenis usaha karena tergiur peluang bisnis lain yang dianggap lebih menguntungkan.
Karena itu, ia mendorong para peserta tetap fokus mengembangkan usaha yang telah dipilih sehingga memiliki keahlian, kualitas produk, dan daya saing yang semakin kuat.
Ia menambahkan, program wirausaha lanjutan juga menjadi bagian dari implementasi program Berani Harmoni Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan melalui pemberdayaan sumber daya lokal serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain program tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah juga terus menjalankan program penumbuhan wirausaha baru untuk mencetak pelaku usaha muda sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah.