Warga Binaan Sigi Dibekali Keterampilan, Siap Mandiri?

Selasa 18-08-2026,17:59 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Sigi, Disway.id - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggandeng Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu untuk memperkuat program pemberdayaan warga binaan.

Kerja sama tersebut diarahkan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan dan kemampuan untuk hidup mandiri serta produktif setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan, pembinaan yang diberikan selama berada di lapas perlu disesuaikan dengan program pemberdayaan ekonomi yang dimiliki pemerintah daerah.

"Tentunya pola pembinaan keterampilan maupun kepribadian di dalam lapas perlu diselaraskan dengan program pembinaan usaha dari pemerintah daerah," kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae dilansir dari Antara, Selasa (18/8/2026).

Menurut Rizal, keterampilan yang diperoleh warga binaan diharapkan dapat menjadi modal ketika mereka bebas. Dengan demikian, mereka bisa kembali berbaur dengan masyarakat tanpa menjadi beban lingkungan.

Pemkab Sigi bersama pihak lapas juga terus melakukan pendataan terhadap kemampuan warga binaan. Keahlian yang dipetakan antara lain tata boga, menjahit, hingga berbagai keterampilan teknis lainnya.

"Nantinya data keterampilan warga binaan itu akan disinergikan dengan dinas teknis terkait seperti Dinas UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), serta Dinas Sosial untuk intervensi program pemberdayaan ekonomi lanjutan," ujarnya.

Rizal mengatakan, kolaborasi tersebut nantinya juga akan melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Hal ini mengingat Lapas Perempuan Kelas III Palu yang berada di wilayah Sigi menampung warga binaan perempuan dan anak dari berbagai daerah di Sulteng.

"Melalui integrasi program antara Lapas dan pemerintah daerah, warga binaan diharapkan bisa langsung mengakses bantuan usaha, pelatihan lanjutan, hingga pendampingan pasar kerja secara berkelanjutan saat bebas," ucapnya.

Ada Produk Rajutan hingga Cokelat

Kepala Lapas Perempuan Palu Yoesiana mengatakan, berbagai program pembinaan kemandirian telah dijalankan untuk membekali warga binaan dengan kemampuan kewirausahaan dan jasa.

Sejumlah produk telah dihasilkan melalui program tersebut, di antaranya kerajinan rajutan, olahan bawang goreng khas Palu, serta produk olahan cokelat.

"Warga binaan juga dilatih dalam bidang jasa seperti tata rias salon dan layanan laundry termasuk ikut mendukung program Astacita Presiden terkait ketahanan pangan dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada," kata Yoesiana.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan ekonomi setelah menyelesaikan masa pidana.

Saat ini, jumlah penghuni Lapas Perempuan Palu tercatat sebanyak 216 orang. Dari jumlah tersebut, 180 orang berstatus narapidana, sedangkan 36 lainnya merupakan tahanan.

Kategori :

Terpopuler