Dalam RAPBN 2027, pemerintah memproyeksikan defisit fiskal sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan outlook APBN 2026 yang mencapai 2,85 persen terhadap PDB.
Untuk membiayai defisit tersebut, pemerintah memastikan kebijakan pembiayaan akan dilakukan secara hati-hati. Strateginya mencakup diversifikasi sumber pembiayaan dan pengelolaan utang secara berkelanjutan.
"Kami berharap pembiayaan defisit anggaran ini akan dilakukan secara prudent, inovatif, dan berkelanjutan melalui pengeluaran utang yang hati-hati," katanya.