Pertamina–Pemprov Sulteng Perkuat Stok BBM dan Elpiji Jelang Ramadhan 2026

Pertamina–Pemprov Sulteng Perkuat Stok BBM dan Elpiji Jelang Ramadhan 2026

EGM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar menemui Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bahas kesiapan BBM menjelang Ramadhan 2026.-Foto: ANTARA/HO-Pertamina Patra aniaga-

Palu, Disway.id - PT Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyepakati penguatan ketahanan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji menjelang bulan suci Ramadhan 2026.

"Kami berkewajiban memastikan keandalan distribusi energi kepada masyarakat, termasuk di wilayah Sulawesi Tengah," ujar Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, dalam keterangan tertulis dikutip dari Antara, Jumat (23/1/2026).

Deny menegaskan, masyarakat Sulawesi Tengah tidak perlu cemas terkait ketersediaan BBM dan elpiji selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Pertamina, kata dia, telah memetakan sejumlah titik rawan serta menyiapkan proyeksi penyaluran tambahan guna mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat.

Ia menjelaskan, kesiapan pasokan energi saat ini berada dalam kondisi aman. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, aktivitas memasak rumah tangga cenderung meningkat selama bulan puasa, sehingga Pertamina berkomitmen memperkuat suplai elpiji dan BBM.

"BBM dan elpiji sudah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat, maka kewajiban kami memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen," katanya.

Menurut Deny, lonjakan konsumsi BBM biasanya terjadi menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Oleh karena itu, berbagai perhitungan teknis telah disiapkan jauh hari agar distribusi tetap berjalan lancar.

Selain membahas ketahanan pasokan energi, pertemuan tersebut juga menyoroti percepatan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) sebagai solusi pemenuhan BBM bagi nelayan di Sulawesi Tengah.

Ia menambahkan, sektor migas turut berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

"Kami terus memperkuat transparansi dan efisiensi supaya setiap tetes BBM yang digunakan masyarakat berdampak langsung pada pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan di Sulawesi Tengah," ucap Deny.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengapresiasi peran Pertamina dalam menjaga keberlangsungan roda perekonomian daerah, mengingat sektor migas memiliki peran yang sangat vital.

"Kontribusi PBBKB merupakan pilar penting bagi APBD kami. Saya berharap sinergi ini terus terjalin, terutama dalam mengawal distribusi BBM subsidi supaya tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak," tutur Anwar.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Rum, menambahkan bahwa Pertamina terus berkomitmen menjaga akurasi serta transparansi penyaluran BBM agar manfaat fiskal dapat dirasakan secara optimal oleh pemerintah daerah dan masyarakat Sulawesi Tengah.

Terkait kendala akses BBM bagi nelayan, Pertamina dan Pemprov Sulteng sepakat mempercepat pembangunan SPBUN. Langkah tersebut diharapkan dapat memutus rantai kelangkaan serta memudahkan nelayan melaut tanpa terbebani tingginya biaya logistik energi.

"Kami memastikan ketahanan energi dapat tercapai, kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, dan sektor kelautan maupun perikanan mendapatkan dukungan energi yang optimal," kata dia.

Sumber:

Berita Terkait