Meski demikian, umrah tentu tidak bisa diperlakukan seperti perjalanan wisata biasa. Persiapan ibadah, kondisi fisik, pemahaman tata cara umrah, pembinaan, hingga pendampingan jemaah perlu menjadi perhatian.
Karena itu, perusahaan perlu memilih penyelenggara perjalanan yang mampu memberikan layanan perjalanan sekaligus pendampingan ibadah secara memadai.
Mempererat Hubungan Pimpinan dan Karyawan
Perjalanan ke Tanah Suci juga dapat menciptakan kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat di lingkungan kerja.
Jika biasanya komunikasi antara pimpinan dan karyawan berkutat pada target, laporan, evaluasi, dan tenggat waktu, perjalanan bersama menghadirkan suasana yang lebih personal.
Karyawan dan pimpinan dapat saling mengenal di luar posisi serta tanggung jawab masing-masing. Jika dikelola dengan baik, pengalaman tersebut dapat membantu membangun kepercayaan dan rasa kebersamaan.
Satu perjalanan memang tidak otomatis menyelesaikan persoalan organisasi. Namun, pengalaman bersama yang bermakna dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan hubungan kerja yang lebih sehat dan manusiawi.
Azkia Tours Kembangkan Konsep Umrah Bersama Karyawan
Kebutuhan tersebut turut membuka peluang bagi penyelenggara perjalanan umrah untuk mengembangkan layanan bagi perusahaan.
Salah satunya Azkia Tours (PT Nurani Insan Azkia) yang menawarkan konsep Umrah Bersama Karyawan dengan pendekatan yang menempatkan perjalanan sebagai pengalaman spiritual, bukan semata-mata keberangkatan jamaah.
Direktur sekaligus pembimbing perjalanan ibadah Azkia Tours, Ustadz Andian Parlindungan, mengatakan umrah memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar pemberian fasilitas kepada karyawan.
“Umrah itu bukan sekadar perjalanan. Ada proses untuk mendekatkan diri kepada Allah, melakukan refleksi, dan memperbaiki diri. Karena itu, ketika perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk beribadah ke Tanah Suci, yang diberikan sesungguhnya bukan hanya fasilitas perjalanan, tetapi sebuah pengalaman yang mudah-mudahan memiliki nilai dalam kehidupan mereka,” kata Andian dalam keterangan, Selasa (25/8/2026).
Ia menilai perjalanan bersama juga dapat menjadi momentum membangun kedekatan yang lebih manusiawi antara pimpinan dan pekerja.
“Di tempat kerja, kita sering bertemu dalam hubungan profesional. Ada atasan, ada bawahan, ada target dan tanggung jawab. Tetapi ketika berada di Tanah Suci, semuanya memiliki posisi yang sama sebagai seorang hamba yang sedang beribadah. Dari situ bisa tumbuh rasa kebersamaan, saling menghargai, dan hubungan yang lebih dekat,” tuturnya.
Menurut Andian, program tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, mulai dari penghargaan karyawan berprestasi, apresiasi masa kerja, hingga perjalanan bersama pimpinan dan karyawan.
Apa yang Dibawa Pulang?