Ia berharap Berani Magaya tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial dan akademik yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, Sulawesi Tengah diharapkan dapat menjadi contoh nasional dalam menggerakkan perguruan tinggi bersama masyarakat untuk mempercepat eliminasi TB menuju target Indonesia Bebas TB 2030.
Peluncuran program turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan.