Jakarta, Disway.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan efisiensi terhadap BUMN yang dinilai tidak menguntungkan dan tidak memiliki kinerja yang baik. Langkah tersebut ditujukan untuk menghemat anggaran negara dan mengalihkannya sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Prabowo mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu kurang dari dua tahun masa kepemimpinannya, langkah tegas berupa pembubaran telah diambil terhadap 290 perusahaan plat merah yang terus merugi dan memiliki performa buruk.
“Dalam kurang dari dua tahun, pemerintah yang saya pimpin telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi, kita tutup,” kata Prabowo.
Langkah rasionalisasi awal tersebut telah berhasil menyelamatkan kas negara hingga puluhan triliun rupiah. Tidak berhenti di situ, pemangkasan skala besar akan terus dilanjutkan hingga penutupan target perusahaan tercapai pada akhir tahun ini.
“Dengan 290 BUMN, kita telah menghemat Rp50 triliun. Dan pemerintah yang saya pimpin, 31 Desember 2026, kami akan menutup lagi paling sedikit 700 lagi yang akan kami tutup,” tegas Prabowo.
Melalui restrukturisasi masif ini, jumlah BUMN di Indonesia diproyeksikan bakal dipangkas secara signifikan hingga menyisakan rentang 200 sampai 250 entitas saja.
Orkestrasi efisiensi tersebut difokuskan pada pemangkasan belanja operasional rutin serta pengeluaran manajerial, seperti pembayaran jajaran direksi dan komisaris, guna mencatatkan pengetatan anggaran hingga angka fantastis.
“Berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp100 triliun dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris,” kata Prabowo.
Ia menyoroti bahwa alokasi anggaran yang berhasil diselamatkan tidak hanya bersumber dari pemangkasan BUMN, melainkan juga akumulasi efisiensi berbagai sektor yang nilainya terus melonjak setiap tahunnya.
“Jadi saya kira penghematan kita di berbagai bidang sudah mendekati setiap tahun lebih dari Rp200 triliun, mendekati Rp300 triliun setiap tahun,” ungkapnya.
Seluruh dana hasil efisiensi anggaran tersebut dipastikan akan dikembalikan sepenuhnya demi menopang program-program pemenuhan kebutuhan masyarakat luas.
“Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya langsung ke rakyat,” pungkasnya.