Sigi, Disway.id - Sebagai langkah nyata memperkokoh strategi mitigasi dan penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), merangkul seluruh elemen lintas sektor dalam merumuskan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB).
"Pentingnya keterlibatan seluruh pihak guna pengurangan risiko bencana, yakni pemetaan potensi ancaman hingga penentuan langkah mitigasi di Kabupaten Sigi," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi di Bora, dilansir dari Antara, Senin (7/9/2026).
Samuel menjelaskan bahwa penyusunan KRB ini diproyeksikan menjadi rujukan utama bagi arah kebijakan pemulihan bencana sekaligus penyusunan rencana tata ruang dan pembangunan wilayah ke depan.
"KRB ini ke depan bisa menghasilkan yang menjadi dasar untuk penyelenggaraan penanggulangan bencana yang lebih fokus dan lebih efektif di Sigi," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa pembuatan riset analisis risiko ini bertujuan utama menyelaraskan aspek ketahanan bencana ke dalam tiap derap pembangunan daerah Sigi.
"Harapannya ke depan Kabupaten Sigi memiliki dokumen Kajian Risiko Bencana, sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dapat menentukan prioritas mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mendukung pembangunan daerah yang lebih aman terhadap potensi bencana," sebutnya.
Menurut Samuel, tersedianya kajian terpadu ini memungkinkan jalannya pembangunan di Kabupaten Sigi dilaksanakan secara lebih terarah serta berperspektif perlindungan lingkungan.
"Potensi risiko bencana dapat dipertimbangkan sejak tahap perencanaan pembangunan," ujarnya.