Cetak Sawah 2.000 Hektare, Buol Kejar Swasembada Beras
Petani tengah menanam padi di sawah. -Foto: Antara-
Buol, Disway.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah, terus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat melalui program perluasan areal persawahan. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol, Usman, mengatakan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat tengah mengakselerasi program cetak sawah baru sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan.
Menurutnya, sektor pertanian dan peternakan hingga saat ini masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Buol, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius melalui berbagai program strategis.
"Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produksi pangan melalui sejumlah program prioritas yang mendapat dukungan pemerintah pusat, salah satunya melalui program cetak sawah baru," ujar Usman di Buol, Jumat.
Ia menjelaskan, sebelum kebijakan efisiensi anggaran diterapkan, produksi komoditas pertanian di Kabupaten Buol menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Produksi jagung, misalnya, mampu mencapai sekitar 137 ribu ton per tahun.
Namun, untuk komoditas padi, Kabupaten Buol masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan persawahan yang menyebabkan daerah tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri.
"Untuk komoditas beras, Kabupaten Buol masih mengalami defisit karena luas lahan sawah yang tersedia belum mencukupi kebutuhan masyarakat," katanya.
Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, pemerintah pusat pada tahun 2025 telah mengalokasikan program cetak sawah seluas 1.000 hektare yang berhasil direalisasikan di sejumlah wilayah potensial.
Program tersebut kemudian dilanjutkan pada tahun 2026 dengan target yang lebih besar, yakni pembukaan lahan sawah baru seluas lebih dari 2.000 hektare.
Usman optimistis penambahan areal persawahan tersebut akan berdampak signifikan terhadap peningkatan produksi padi di Kabupaten Buol.
"Dengan adanya tambahan lahan sawah lebih dari dua ribu hektare ini, kami berharap produksi padi meningkat secara signifikan, sehingga defisit beras dapat ditekan dan ketahanan pangan daerah menjadi semakin kuat," tuturnya.
Selain sektor tanaman pangan, pemerintah daerah juga mencatat perkembangan positif di sektor peternakan. Populasi ternak masyarakat terus mengalami peningkatan, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
Menurut Usman, wabah PMK masih menjadi perhatian karena berdampak pada mobilitas dan populasi ternak di sejumlah wilayah.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap optimistis berbagai program yang dijalankan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Kabupaten Buol.
Sumber: