Wagub Sulteng Pastikan 111 Ribu Peserta PBI Dinonaktifkan Tetap Terlindungi Lewat Berani Sehat
Wagub Sulteng Reny A Lamadjido.-Foto: renylamadjido-
Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memastikan masyarakat yang terdampak penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan tetap memperoleh layanan medis tanpa hambatan. Tercatat sebanyak 111 ribu peserta PBI di Sulawesi Tengah dinonaktifkan.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido menegaskan, warga tidak perlu khawatir menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan solusi melalui program Berani Sehat.
“Saya tahu kabar ini bikin banyak warga bertanya-tanya. Tapi saya pastikan, tidak perlu takut. Kami bersama Pak Gubernur Anwar Hafid sudah menyiapkan Berani Sehat sebagai pelindung. BPJS terputus atau bahkan belum punya, cukup tunjukkan KTP Sulteng, tetap dilayani dan gratis,” ujar Reny dikutip dari Instagram, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan, program Berani Sehat dirancang agar masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan meskipun status kepesertaan BPJS mereka dinonaktifkan atau belum terdaftar. Cukup dengan menunjukkan KTP Sulawesi Tengah, warga tetap mendapatkan pelayanan tanpa dipungut biaya.
“Lewat Berani Sehat, kami ingin memastikan tidak ada yang menunda berobat hanya karena urusan administrasi. Begitu dinonaktifkan, saat itu juga langsung tercover. Komitmen kami jelas, kesehatan rakyat adalah yang utama,” tambahnya.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulteng di bawah kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid untuk memperkuat jaring pengaman sosial di sektor kesehatan.
Sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas kebijakan tersebut. Mereka menilai kehadiran Berani Sehat memberi rasa aman, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya khawatir tidak bisa berobat akibat status kepesertaan yang terhenti.
Dengan kebijakan ini, Pemprov Sulawesi Tengah menegaskan bahwa akses kesehatan tetap menjadi prioritas utama, tanpa diskriminasi administratif.
Sumber: