Gubernur Sulteng Tekankan Sinergi Pemprov dan Pemkab untuk Percepatan Penurunan Kemiskinan dan Stunting
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan, ekspor perdana sebanyak 27 ton durian asal Kabupaten Parigi Moutong menjadi angin segar bagi perekonomian daerah. -Foto: Instagram/anwarhafid14-
Palu, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menekankan pentingnya keselarasan program dan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar pembangunan dapat berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran, terutama dalam percepatan pengurangan angka kemiskinan dan stunting.
“Penurunan angka kemiskinan dan stunting harus menjadi prioritas bersama. Program harus tepat sasaran, berbasis data, dan menyentuh langsung keluarga yang membutuhkan,” kata Anwar dikutip, Senin (2/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat rapat kerja antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong yang berlangsung di Parigi Moutong.
Menurutnya, rapat kerja ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Pemprov dan Pemkab, khususnya dalam percepatan pembangunan daerah, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dia juga menekankan pentingnya program terpadu dan berbasis data untuk menurunkan angka kemiskinan dan prevalensi stunting. Ia menyebut kedua persoalan tersebut saling terkait dan harus ditangani secara menyeluruh.
"Intervensi yang dilakukan tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui peningkatan akses layanan kesehatan ibu, dan anak, pemenuhan gizi, edukasi pola asuh, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta penguatan ekonomi keluarga," tambahnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Sulawesi Tengah pada September 2025 tercatat 10,52 persen, turun 0,40 poin dibandingkan Maret 2025. Jumlah penduduk miskin pada periode tersebut mencapai 345,38 ribu orang, berkurang 10,8 ribu dibanding Maret 2025.
Secara rinci, persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 sebesar 6,40 persen, turun dari 6,98 persen pada Maret 2025. Sementara di perdesaan, persentasenya 12,66 persen, menurun dari 12,93 persen pada Maret 2025.
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sulteng dalam pembangunan wilayahnya.
"Pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting menjadi fokus utama pemerintah daerah," ujarnya.
Ia berharap melalui rapat kerja ini, dukungan program dan kebijakan dari pemerintah provinsi dapat semakin mempercepat penurunan kemiskinan dan stunting di Parigi Moutong.
Selain itu, Gubernur Anwar Hafid bersama jajaran pemerintah daerah menyerahkan secara simbolis 1.000 paket sembako kepada masyarakat. Penyerahan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam meringankan kebutuhan pokok masyarakat sekaligus upaya perlindungan sosial bagi keluarga kurang mampu dan rentan.
Sumber: