Buah Jongi, Buah Endemik Asam Khas Sulawesi Tengah yang Kaya Manfaat

Buah Jongi, Buah Endemik Asam Khas Sulawesi Tengah yang Kaya Manfaat

Buah jongi, yang juga dikenal dengan nama dongi-dongi atau soni.-Foto: Istimewa-

Jakarta - Buah jongi, yang juga dikenal dengan nama dongi-dongi atau soni, merupakan salah satu buah endemik Sulawesi yang masih dapat dijumpai di sejumlah wilayah, terutama di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Poso. Buah hutan ini memiliki nama ilmiah Dillenia celebica atau Dillenia serrata dan menjadi bagian dari kekayaan hayati yang patut dilestarikan.

Keunikan buah jongi terletak pada bentuknya yang khas. Buah ini memiliki lima kelopak tebal berwarna putih dengan bagian tengah berwarna kuning cerah yang tetap membungkus buah saat berkembang. Penampilannya yang unik membuatnya mudah dikenali dibandingkan buah hutan lainnya.

Buah jongi memiliki cita rasa sangat asam dengan sedikit sensasi sepat, mirip belimbing wuluh. Karena rasanya tersebut, masyarakat lokal telah lama memanfaatkannya sebagai pengganti asam dalam berbagai masakan tradisional, seperti sambal, ikan kuah, dan aneka olahan khas Sulawesi.

Selain sebagai bumbu masakan, buah jongi juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan. Dengan tambahan gula, buah ini sering dijadikan jus, sirup, manisan, selai, hingga puding yang menawarkan perpaduan rasa asam dan manis yang menyegarkan.

Dari sisi kandungan gizi, buah jongi diketahui kaya akan vitamin C dan mengandung senyawa antioksidan yang berperan membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas serta mendukung daya tahan tubuh apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. Meski demikian, penelitian mengenai kandungan nutrisi buah ini masih terus berkembang.

Tanaman jongi umumnya tumbuh di kawasan hutan maupun pekarangan masyarakat dan berbuah pada musim tertentu. Keberadaannya sangat bergantung pada kelestarian habitat alami, sehingga upaya konservasi menjadi penting untuk menjaga populasi tanaman endemik tersebut.

Pemanfaatan buah jongi juga memiliki potensi ekonomi. Pengembangan produk olahan berbasis buah lokal dapat meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan kuliner khas Sulawesi kepada pasar yang lebih luas.

Dengan bentuk yang unik, cita rasa khas, serta potensi manfaat kesehatan dan ekonomi yang dimilikinya, buah jongi menjadi salah satu kekayaan hayati Sulawesi yang layak diperkenalkan kepada generasi muda dan terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan alam Indonesia.

Sumber: