Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) terus memperkuat upaya penurunan angka stunting melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat diselesaikan secara parsial.
“Upaya menurunkan angka stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Ini adalah kerja bersama yang membutuhkan langkah komprehensif, terencana, dan berkelanjutan,” kata Reny dilansir dari Instagram pribadinya, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat luas. Setiap elemen dinilai memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan program tersebut.
“Di Sulawesi Tengah, kami terus mendorong keterlibatan semua pihak, pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga masyarakat, karena setiap stakeholder memiliki peran strategis dalam memerangi stunting. Mulai dari pemenuhan gizi, edukasi, hingga pendampingan keluarga, semua harus berjalan seiring,” kata Reny.
Ia menjelaskan, upaya tersebut tidak hanya berfokus pada intervensi kesehatan, tetapi juga mencakup edukasi masyarakat serta penguatan peran keluarga dalam menjaga tumbuh kembang anak.
Reny optimistis, dengan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, Sulawesi Tengah dapat mencetak generasi yang lebih berkualitas di masa mendatang.
“Saya percaya, dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap menjadi masa depan Sulawesi Tengah yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui langkah terpadu ini, pemerintah daerah berharap penurunan angka stunting dapat berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.