Tak hanya itu, Pegadaian juga mengimplementasikan digitalisasi melalui e-form. Nasabah ketika datang ke cabang tidak perlu mengisi formulir secara manual melainkan dapat melalui tablet atau perangkat digital.
Kini, perusahaan masuk ke fase membangun emosi lebih jauh lagi dengan nasabah-nasabah mereka. Ada dua level untuk mengukur hal tersebut yakni layanan memenuhi kebutuhan nasabah secara efektif dan efisien, serta melampaui ekspektasi dan kebutuhan nasabah dengan memberikan pengalaman emosional yang positif.
Beberapa cabang Pegadaian sudah dilengkapi fasilitas seperti ramp atau jalur miring untuk mempermudah perpindahan orang, yang bisa dimanfaatkan penyandang disabilitas pengguna kursi roda dan lansia.
Selain itu, dihadirkan pula kantor cabang hybrid yang memadukan layanan tatap muka dengan integrasi digital. Kantor cabang hybrid antara lain berada di Medan, Padang, Jambi, Samarinda, Manado Utara, Makassar, Denpasar, Salemba, Kebayoran Baru, Semarang, dan Surabaya.
Lalu, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses emas fisik yang cepat dan praktis, inovasi gerai ATM emas pun dihadirkan.
ATM emas memungkinkan penarikan emas fisik secara langsung melalui mesin khusus. Nasabah bisa mencetak emas menjadi emas batangan di ATM emas melalui aplikasi Tring dengan mekanisme yakni: membuka aplikasi Tring dan pilih menu ambil fisik.
Selanjutnya, pilih rekening emas dan metode pengambilan fisik di ATM Emas sekitar. Setelah itu, sesuaikan dengan berat emas yang akan dicetak, kemudian perhatikan biaya dan cetak emas.
"Nasabah yang sudah memiliki tabungan emas cukup banyak kemudian ingin mencetak emasnya, kebanyakan menggunakan ATM emas. Kebanyakan profilnya usia rentang 35-45 tahun," kata Rivaldi.
Sejumlah tokoh publik diketahui pernah mencetak emas di ATM emas, seperti selebritas yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dan model yang juga istri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, Arumi Bachsin.
Saat ini, Pegadaian memiliki dua ATM emas fisik di kantor pusat PT Pegadaian di Jakarta Pusat dan BRI cabang Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Ke depannya, Pegadaian menargetkan penyediaan ATM emas secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Penambahan gerai pun direncanakan dilakukan tahun ini.
Namun, rencana tersebut masih dalam persiapan sehingga belum dapat diungkapkan jumlah dan lokasinya. Menurut Head of Corporate Communications PT Pegadaian, Riana Rifani, sejumlah hal menjadi pertimbangan untuk menambah gerai ATM emas, salah satunya keamanan.
Adapun total kelolaan emas Pegadaian per April 2026 mencapai 145 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak lebih dari 20 ton merupakan tabungan emas, dengan valuasi lebih dari Rp51 triliun.