BNPB Gunakan Drone Thermal Deteksi Api Karhutla di Bawah Tanah

Sabtu 05-09-2026,11:38 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Jakarta, Disway.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengandalkan teknologi drone thermal untuk mendeteksi titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersembunyi di bawah permukaan tanah.

Teknologi tersebut digunakan untuk menemukan sumber panas yang tidak terlihat secara kasatmata. BNPB juga menerapkan metode injeksi surfaktan untuk membantu memadamkan api yang masih berada di dalam tanah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penggunaan drone thermal menjadi salah satu inovasi dalam mendeteksi titik api yang sulit ditemukan melalui pemantauan dari permukaan.

“Jadi kami menggunakan hal yang baru saat ini dengan drone thermal yang bisa menemukan nanti titik-titik api di bawah permukaan yang tidak terlihat,” ujar Berton dalam konferensi pers, Jumat (4/9/2026).

Setelah titik api terdeteksi, BNPB melakukan penanganan dengan menyuntikkan surfaktan ke lokasi yang terbakar. Metode tersebut ditujukan untuk membantu air meresap dan bertahan lebih lama di dalam tanah sehingga kelembapan di sekitar titik api meningkat.

“Selain itu dilakukan juga injeksi surfaktan pada titik api yang ada di dalam tanah,” katanya.

Menurut Berton, metode tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla, terutama untuk mencegah api bawah permukaan kembali muncul. Titik api yang berada di dalam tanah memang sulit dipantau secara visual dari permukaan.

Di tengah masih adanya wilayah yang terdampak karhutla, BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga, khususnya yang berada di daerah terdampak asap, disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran baru. Salah satunya dengan tidak membakar sampah sembarangan serta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.

Kewaspadaan juga perlu diterapkan masyarakat yang melakukan aktivitas wisata alam maupun berkemah. Mereka diminta mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan pengelola kawasan.

“Ketika ada warga yang melakukan wisata alam atau camping selalu ikuti arahan pengelola yang berlaku, pengelola wisata tersebut. Jika menyalakan api diperbolehkan di sana atau pemanas, pastikan telah padam sempurna saat meninggalkan lokasi,” jelas Berton.

BNPB menilai langkah pencegahan tersebut penting untuk mengurangi risiko munculnya titik api baru, terutama di kawasan wisata alam yang rawan terdampak karhutla.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, indikasi kebakaran, atau kondisi darurat lainnya agar dapat ditangani secepat mungkin.

"Segera menghubungi BNPB di 117 atau BPPD atau instansi terkait lainnya ketika melihat adanya titik api, potensi kebakaran, atau kejadian kedaruratan lainnya di lingkungan sekitar agar segera dilakukan penanganan oleh pihak yang terkait," terangnya.

Selain masyarakat, BNPB turut mengingatkan pemerintah daerah untuk menjalankan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Kategori :