Buol, Disway.id - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah mengevaluasi pelaksanaan program percepatan cetak sawah baru di Kabupaten Buol. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi kendala yang menghambat penyelesaian pekerjaan di lapangan.
Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Ruslan Boy, mengatakan sejumlah persoalan masih memengaruhi progres program tersebut. Di antaranya keterbatasan alat berat dan tenaga kerja yang menyebabkan proses pengerjaan berjalan lambat.
Selain itu, kerusakan jaringan irigasi, terbatasnya sumber air, serta dampak fenomena El Nino turut menjadi tantangan dalam pengembangan lahan sawah baru. Pemerintah juga perlu mengantisipasi potensi alih fungsi lahan pertanian.
"Jaringan irigasi yang banyak mengalami kerusakan, terbatasnya sumber air membuat dukungan irigasi belum optimal, serta adanya dampak fenomena El Nino yang masih dirasakan, serta potensi alih fungsi lahan sawah yang harus di cegah secara ketat," kata Ruslan dikutip dari Antara, Senin (2/11/2026).
Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, Ruslan menyampaikan sejumlah arahan strategis yang perlu segera ditindaklanjuti. Salah satunya memaksimalkan hasil adendum agar proses pengerjaan di lapangan dapat dipercepat.
Ia juga menekankan pentingnya merampungkan penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan program.
"Pada intinya bagaimana memperkuat koordinasi lintas sektor di mana pemerintah pusat, pemerintah daerah, dinas terkait, hingga penyuluh pertanian wajib berada dalam satu komando yang solid," ucapnya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Buol Moh. Nasir Dj. Daimaroto menyatakan pemerintah kabupaten berupaya menuntaskan pelaksanaan program cetak sawah baru tersebut.
Pemkab Buol berencana menggelar rapat koordinasi khusus sekaligus mengevaluasi secara menyeluruh lokasi-lokasi yang belum terhubung secara memadai dengan infrastruktur irigasi dan pengairan.
"Tidak ada toleransi untuk keterlambatan program ini, tentunya sinergi yang erat antara Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah diharapkan bisa memastikan keberhasilan program cetak sawah baru demi meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Buol secara berkelanjutan," tutur Nasir.
Sebagai informasi, Kabupaten Buol memperoleh program cetak sawah baru seluas 1.000 hektare pada 2025 dan seluruh target tersebut telah selesai direalisasikan.
Pada 2026, program tersebut dilanjutkan dengan target perluasan lahan mencapai 2.000 hektare di wilayah Kabupaten Buol.