Waspada! Dugaan Dana Asing Mengalir ke NGO, Tokoh Perempuan Desak Polri Bertindak
Tokoh nasional perempuan, Mubha Kahar Muang.-Foto: Istimewa-
Jakarta, Disway.id - Tokoh nasional perempuan, Mubha Kahar Muang, mendorong aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti secara serius dugaan aliran dana asing yang berpotensi memengaruhi dinamika politik dan demokrasi di Indonesia.
“Langkah tegas pengusutan aliran dana asing ke berbagai NGO nasional penting untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum,” kata Mubha dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/3/2026).
Mantan politikus Partai Golkar ini mengingatkan potensi pengaruh global terhadap Indonesia bukanlah hal baru. Ia merujuk pada paparan ekonom senior Kwik Kian Gie yang pernah mengungkap adanya dukungan dana asing dalam proses reformasi.
“Paparan Pak Kwik menunjukkan bahwa Indonesia tidak lepas dari perhatian dan kepentingan global. Ini harus menjadi bahan refleksi,” ujarnya.
Ia juga menyinggung laporan terkait dukungan dana dari USAID pada awal era reformasi sebagai bagian dari dinamika global yang perlu disikapi secara objektif.
Lebih lanjut, Mubha meminta Polri untuk mengusut dugaan aliran dana asing secara transparan dan profesional, termasuk yang disebut terkait jaringan filantropi global seperti George Soros melalui Open Society Foundations.
“Jika ada dugaan aliran dana yang bertujuan memengaruhi stabilitas politik atau menggoyang pemerintahan yang sah, maka harus diusut tuntas berbasis bukti dan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Mubha, langkah ini bukan untuk membatasi ruang gerak masyarakat sipil, melainkan memastikan seluruh aktivitas pendanaan asing tetap berada dalam koridor hukum dan tidak merugikan kepentingan nasional.
Ia juga menilai ketegasan aparat, termasuk Kapolri Listyo Sigit Prabowo, akan menjadi cerminan komitmen negara dalam menjaga stabilitas keamanan.
“Penegakan hukum yang tegas, transparan, dan akuntabel akan memperkuat kepercayaan publik serta menunjukkan bahwa negara hadir melindungi kedaulatan bangsa,” ujarnya.
Di sisi lain, Mubha mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta tidak mudah terprovokasi.
“Ketahanan nasional hari ini tidak hanya soal pertahanan fisik, tetapi juga kemampuan menjaga ruang informasi agar tetap sehat dan berpihak pada kepentingan bangsa,” pungkasnya.
Sumber: