Donggala Genjot Penanganan Stunting

Donggala Genjot Penanganan Stunting

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengajak seluruh orang tua untuk lebih aktif membawa anak-anak mereka ke Posyandu setiap bulan.-Foto: ANTARA/HO-Pemkab Donggala-

Donggala, Disway.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting dengan melibatkan seluruh unsur di tingkat desa. Langkah ini dilakukan melalui penguatan kelembagaan agar penanganan stunting berjalan lebih terpadu dan efektif.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan seluruh elemen desa, mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), TP PKK, kader Posyandu, hingga Kader Pembangunan Manusia (KPM), harus bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi.

"Tentunya penguatan kelembagaan desa menjadi langkah penting agar seluruh unsur, mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa, TP PKK, kader Posyandu hingga Kader Pembangunan Manusia dapat bekerja secara terpadu dalam satu sistem yang solid," kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni dilansir Antara, Minggu (27/7/2026).

Menurut Vera, stunting masih menjadi persoalan serius karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Gangguan pertumbuhan yang terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak dapat memengaruhi perkembangan otak secara permanen.

"Jadi, penurunan kasus merupakan investasi kemanusiaan yang harus diwujudkan melalui gerakan bersama yang dimulai dari keluarga dan lingkungan masyarakat di desa," ucapnya.

Ia mengungkapkan prevalensi stunting di Kabupaten Donggala pada 2025 tercatat mencapai 29,6 persen. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penanganan yang berbasis data agar setiap program dapat tepat sasaran.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan aplikasi Electronic Human Development Worker (E-HDW) sebagai instrumen pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat.

"Melalui aplikasi itu pemerintah daerah memperoleh data riil mengenai kondisi masyarakat, sehingga setiap intervensi, seperti pemberian makanan tambahan, pelayanan kesehatan, perbaikan sanitasi, penyediaan air bersih, maupun layanan pendidikan anak usia dini, dapat dilakukan secara tepat sasaran," ujarnya.

Vera menjelaskan, aplikasi E-HDW membantu Kader Pembangunan Manusia dalam melakukan pencatatan, pemantauan, serta evaluasi secara real time terhadap lima layanan konvergensi stunting. Layanan tersebut meliputi kesehatan ibu dan anak, konseling gizi terpadu, perlindungan sosial, sanitasi dan akses air bersih, serta layanan pendampingan anak usia dini.

Ia menambahkan, seluruh data yang dikumpulkan dari desa akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan sekaligus menetapkan prioritas program penanganan stunting.

"Seluruh data dari masing-masing desa menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan kebijakan dan prioritas penanganan stunting di masa mendatang," kata dia.

Vera juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menekan angka stunting di Kabupaten Donggala.

"Harapannya melalui penguatan kelembagaan desa serta optimalisasi pemanfaatan aplikasi E-HDW bisa menekan angka prevalensi stunting secara signifikan menuju zero stunting," tuturnya.

Sumber: