Beasiswa Berani Cerdas Sulteng Capai 23.569 Penerima dengan Anggaran Rp84 Miliar

Beasiswa Berani Cerdas Sulteng Capai 23.569 Penerima dengan Anggaran Rp84 Miliar

Gubernur Sulteng Anwar Hafid meyakini masa depan provinsi ini akan semakin cerah berkat peran aktif generasi muda yang kreatif dan inovatif.-Foto: Instagram @anwarhafid14-

Palu, Disway.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menyatakan bahwa program Beasiswa Berani Cerdas telah menjangkau 23.569 penerima manfaat hingga akhir 2025, dengan total dana lebih dari Rp84 miliar.

“Program Berani Cerdas telah menjangkau 23.569 penerima dengan anggaran lebih dari Rp84 miliar yang digunakan untuk membiayai Uang Kuliah Tunggal (UKT),” ungkap Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, di Palu, Selasa (30/12/2025).

Gubernur menjelaskan, sejak diluncurkan pada April 2025, jumlah pendaftar awal mencapai sekitar 80 ribu orang. Setelah melalui proses verifikasi administrasi dan sinkronisasi data, angka tersebut menyusut menjadi sekitar 53 ribu, hingga akhirnya tersaring 23.569 penerima aktif yang benar-benar memenuhi syarat dan membutuhkan bantuan.

Menurut Anwar Hafid, sebagian pendaftar tidak melanjutkan proses karena telah memperoleh beasiswa dari sumber lain.

Selain itu, di beberapa daerah, seperti Kabupaten Morowali, pemerintah provinsi tidak menyalurkan Beasiswa Berani Cerdas karena pemerintah kabupaten setempat telah memiliki program beasiswa serupa.

“Ada daerah yang tidak kita intervensi karena pemerintah kabupatennya sudah menjalankan program beasiswa yang sama. Jadi kita saling menyesuaikan,” jelasnya.

Anwar juga menambahkan, pada awal pelaksanaan, program ini sempat menghadapi kendala kepercayaan publik karena merupakan program baru.

Program Beasiswa Berani Cerdas ditujukan untuk mendukung pelajar dan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA, SMK, SLB, hingga perguruan tinggi, khususnya dalam pembiayaan UKT.

Hingga akhir 2025, pemerintah provinsi telah mengalokasikan lebih dari Rp84 miliar untuk program ini.

“Untuk memastikan program tetap terlaksana, pemerintah provinsi melakukan efisiensi belanja aparatur, termasuk perjalanan dinas dan belanja operasional, agar anggaran dapat dialihkan ke sektor prioritas,” ujar Gubernur.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka kemiskinan.

Sumber:

Berita Terkait