Istighotsah di Cirebon, Ulama Desak Penyelesaian Kasus KM 50 dan Vina

Istighotsah di Cirebon, Ulama Desak Penyelesaian Kasus KM 50 dan Vina

Kegiatan Istighotsah Kubro dan Halalbihalal Doa untuk Indonesia yang digelar di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (3/4/2026), menjadi wadah aspirasi masyarakat terkait penegakan keadilan-Foto: Istimewa-

Jakarta, Disway.id - Kegiatan Istighotsah Kubro dan Halalbihalal Doa untuk Indonesia yang digelar di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (3/4/2026), menjadi wadah aspirasi masyarakat terkait penegakan keadilan. Ratusan warga yang hadir tidak hanya memanjatkan doa, tetapi juga menyampaikan kegelisahan atas sejumlah perkara yang dinilai belum terselesaikan.

Pimpinan Majelis Al Barkah Surya Cirebon, KH Muhammad Ilyas Khaelani, menegaskan, negara tidak seharusnya membiarkan kasus-kasus besar berlarut-larut tanpa kejelasan.

“Jangan biarkan kasus-kasus seperti KM 50 dan Vina menggantung tanpa kepastian. Ini menyangkut rasa keadilan masyarakat,” kata KH Ilyas dalam keterangan, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan istighotsah ini tidak hanya sebatas ibadah, tetapi juga menjadi bentuk dorongan moral agar penegakan hukum berjalan secara adil dan transparan.

“Kalau memang itu perlu dijelaskan, maka jelaskan. Kalau itu perlu ditegakkan, maka tegakkan. Negara ini punya hukum, dan hukum tidak boleh kalah,” ujarnya.

Menurutnya, lambannya penyelesaian sejumlah kasus dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi negara, terutama aparat penegak hukum.

“Ketika kasus tidak kunjung selesai, publik bertanya-tanya. Di situlah kepercayaan bisa runtuh,” katanya.

KH Ilyas juga menekankan pentingnya keberanian pemerintah dalam menuntaskan berbagai perkara yang masih menjadi perhatian masyarakat. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil langkah konkret.

“Kami berharap Presiden Prabowo bisa menyelesaikan ini dengan baik. Selesaikan semua kasus yang belum terselesaikan. Ini harapan masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, ia mengingatkan aparat penegak hukum, agar tetap menjaga integritas, dan tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu dalam menjalankan tugas.

“Kami berdoa agar aparat dijauhkan dari godaan yang merusak integritas. Hukum harus ditegakkan secara jujur, terbuka, dan profesional,” imbuhnya.

Bagi KH Ilyas, doa yang dipanjatkan dalam kegiatan tersebut merupakan wujud harapan masyarakat agar kebenaran terungkap dan keadilan benar-benar ditegakkan.

“Kami hanya bisa bermunajat. Semoga kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan,” pungkasnya.

Acara berlangsung dengan khidmat dan diikuti ratusan jemaah dari berbagai kalangan yang bersama-sama mendoakan keselamatan bangsa serta tegaknya keadilan di Indonesia.

Sumber: