Prabowo Salurkan 14 Sapi Kurban ke Sulteng, “Si Kentung” Berbobot 922 Kg Jadi Sorotan

Prabowo Salurkan 14 Sapi Kurban ke Sulteng, “Si Kentung” Berbobot 922 Kg Jadi Sorotan

Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan 14 ekor sapi kurban untuk Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam rangka perayaan Idul Adha 1447 Hijriah/2026.-Foto: Tangkapan layar-

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng, Dandy Alfita, menjelaskan bahwa sebanyak 13 ekor sapi didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Sulteng, sementara satu ekor lainnya diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.

“Sebanyak 13 ekor hewan kurban didistribusikan ke 13 kabupaten/kota, sedangkan satu ekor lainnya diberikan untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk disalurkan kepada masyarakat,” ujarnya dilansir dari Antara, Selasa (28/4/2026).

Program penyaluran hewan kurban ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban sekaligus berbagi dengan masyarakat, sebagaimana dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu sapi yang menjadi perhatian adalah hewan kurban yang akan disembelih di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu. Sapi tersebut memiliki bobot mencapai 922 kilogram, menjadikannya yang terbesar di antara bantuan presiden di wilayah tersebut.

Hewan kurban tersebut merupakan sapi jenis simental bernama “Si Kentung”, yang berasal dari peternakan lokal di Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu. Sapi ini dipilih melalui proses seleksi ketat bersama tim teknis pemerintah daerah.

Dalam proses penjaringan, sejumlah sapi dari berbagai daerah diusulkan sebagai kandidat. Namun, “Si Kentung” dinilai paling memenuhi kriteria, terutama dari sisi bobot tubuh yang mencapai 922 kilogram.

“Kami sudah mendapatkan satu ekor sapi yang menjadi pilihan dengan bobot terberat. Sudah dilakukan identifikasi kesehatan dan penimbangan, serta pemberian obat cacing untuk memastikan kondisi organ dalam tetap sehat,” kata Dandy.

Ia menegaskan bahwa proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan ukuran fisik, tetapi juga kondisi kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sapi bebas dari penyakit menular, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK) serta gangguan parasit.

Selain itu, lokasi peternakan juga menjadi salah satu faktor penilaian. Peternakan di Kabonena dinilai memenuhi standar, mulai dari kebersihan kandang hingga kualitas pakan dan sistem perawatan.

“Khusus penyaluran hewan kurban berbobot 922 kilogram kami koordinasikan antara pemda setempat dan Biro Kesra Pemprov Sulteng supaya pelaksanaannya berjalan lancar dan tepat sasaran,” tuturnya.

Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi hewan kurban guna memastikan kesiapan distribusi serta kesehatan sapi tetap optimal hingga hari penyembelihan.

 
 

Sumber: