Palu, Disway.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah (BPBD Sulteng) mencatat sebanyak 26 desa di enam kecamatan di Kabupaten Donggala mengalami dampak banjir bandang disertai tanah longsor.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Sulteng, Asbudianto, menjelaskan enam kecamatan yang terdampak meliputi Tanantovea, Labuan, Sindue, Banawa, Banawa Tengah, serta Rio Pakava.
"Total rumah rusak 28 unit," ujarnya saat ditemui awak media di Kota Palu, Selasa (13/1/2026).
Ia menyampaikan, bencana tersebut berdampak pada 205 kepala keluarga dengan total 625 jiwa. Selain permukiman warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan cukup serius.
"Terdapat juga kerusakan fasilitas umum di wilayah bencana seperti dua jembatan gantung putus, satu jembatan penghubung desa terputus, dan satu abutmen jembatan rusak," ucapnya.
Asbudianto menambahkan, kerusakan juga terjadi pada sarana pendukung kebutuhan dasar masyarakat, seperti bak penampungan air dan jaringan pipa air bersih di Kecamatan Labuan.
"Tanggul sepanjang 20 meter juga rusak, sementara beberapa titik akses jalan Trans Sulawesi dan jalan desa terputus atau tertutup material banjir dan longsor," sebutnya.
Untuk penanganan awal, pemerintah provinsi telah mengerahkan satu unit alat berat guna membuka akses jalan yang tertutup material banjir dan longsor.
"Saat ini yang dibutuhkan berupa logistik, perbaikan jembatan, pembersihan pascabencana termasuk normalisasi sungai," ujar dia.
Sementara itu, Bupati Donggala Vera Elena Laruni menyatakan pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana agar penanganan dapat berjalan cepat dan tanpa kendala birokrasi.
"Status tanggap darurat bencana selama tujuh hari hingga 18 Januari 2026," kata Vera.