ASN Kemenag Sulteng Diminta Tak Hanya Duduk di Balik Meja

Jumat 10-07-2026,20:57 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Palu, Disway.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Kamaruddin Amin, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Sulawesi Tengah agar tidak hanya berfokus pada pekerjaan administratif. Menurutnya, ASN Kemenag juga memiliki tanggung jawab membina umat dan menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Kamaruddin saat memberikan pembinaan kepada ASN di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah. Kegiatan itu diikuti ASN Kanwil Kemenag Sulteng serta perwakilan ASN Kementerian Agama dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah.

Pembinaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Sekjen Kemenag RI ke Palu untuk membuka Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Indonesia Timur (POROS INTIM) IV PTKIN Indonesia Timur yang tahun ini digelar di UIN Datokarama Palu.

Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah, Junaidin, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama Prof. Kamaruddin Amin memberikan pembinaan langsung kepada jajaran ASN Kemenag Sulteng.

Ia menjelaskan, Kanwil Kemenag Sulteng saat ini memiliki 5.724 ASN yang terdiri atas 3.122 pegawai negeri sipil (PNS) dan 2.602 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Menurutnya, pembinaan itu diharapkan semakin memperkuat profesionalisme, integritas, kemampuan beradaptasi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Junaidin juga memaparkan bahwa kehidupan keagamaan di Sulawesi Tengah berlangsung aman dan harmonis. Kerukunan masyarakat yang berasal dari berbagai agama, suku, budaya, dan adat terus dijaga melalui sinergi Kementerian Agama bersama pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai pemangku kepentingan.

"Hasil Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama Sulawesi Tengah mencapai nilai yang baik. Penguatan moderasi beragama juga terus dilakukan melalui berbagai program pembinaan bagi ASN maupun masyarakat agar menjadi budaya kerja sekaligus budaya sosial yang tetap berlandaskan komitmen kebangsaan dalam bingkai NKRI," kata Junaidin.

Ia menambahkan, tantangan kehidupan sosial keagamaan akan terus berkembang sehingga peningkatan literasi keagamaan, pembinaan umat, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat.

Dalam arahannya, Kamaruddin mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Ia menilai Kementerian Agama memiliki posisi yang sangat strategis karena agama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memang bukan negara agama, tetapi merupakan bangsa yang sangat religius. Karena itu, setiap tugas yang dijalankan ASN Kemenag memiliki dampak besar terhadap kehidupan keagamaan masyarakat.

"Tugas apa pun yang diemban di Kementerian Agama memiliki dampak besar terhadap kualitas kehidupan beragama di Indonesia. Karena itu, amanah tersebut harus dijalankan dengan tulus, ikhlas, dan profesional. Kehidupan keagamaan dan kerukunan umat di Sulawesi Tengah sangat dipengaruhi oleh peran ASN Kementerian Agama," pungkasnya.

Ia juga menilai keberhasilan Indonesia menjaga stabilitas sosial di tengah kemajemukan menjadi bukti bahwa praktik Islam di Indonesia selaras dengan demokrasi dan nilai-nilai toleransi.

"Artikulasi keberagamaan Islam yang menghargai perbedaan dan menjunjung toleransi merupakan peran langsung Kementerian Agama. Karena itu, Kementerian Agama memiliki posisi yang sangat sentral dan fundamental dalam kehidupan berbangsa," katanya.

Kamaruddin menegaskan, ASN Kementerian Agama harus mampu mengenalkan ajaran agama secara utuh, tidak hanya terbatas pada aspek teologis, tetapi juga relevan dengan persoalan kehidupan masyarakat.

Sebagai contoh, ia menyinggung program ekoteologi yang mendorong umat beragama memiliki kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan.

Kategori :