Palu, Disway.id — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Kanwil Ditjenpas Sulteng) memperkuat pengawasan terhadap potensi peredaran narkotika dan barang terlarang melalui razia serta pemeriksaan urine di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di dalam lapas.
Dalam pelaksanaannya, Kanwil Ditjenpas Sulteng bersinergi dengan aparat penegak hukum (APH), termasuk unsur TNI, Kepolisian, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah.
Selain melakukan pemeriksaan di kamar hunian, petugas mengambil sampel urine secara acak dari 10 Warga Binaan untuk mendeteksi kemungkinan penggunaan narkotika.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Stady Steven Umboh, memimpin langsung tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan bersama jajaran pengamanan Lapas Perempuan Palu.
"Berdasarkan hasil razia fisik dan kamar hunian Warga Binaan di Lapas Perempuan Palu, tidak ditemukan narkoba maupun telepon seluler dan barang berbahaya lainnya," terangnya dikutip dari laman resmi Ditjenpas, Jumat (18/9/2026).
Hasil pemeriksaan urine terhadap Warga Binaan juga menunjukkan seluruh sampel negatif narkoba. Meski demikian, hasil tersebut tidak membuat jajaran pemasyarakatan mengurangi intensitas pengawasan.
Sebaliknya, pemeriksaan akan terus dievaluasi dan dilakukan secara rutin serta berkala sebagai bagian dari upaya deteksi dini.
“Pengawasan dan razia akan terus kami lakukan rutin dan intensif. Capaian ini harus dipertahankan dengan memperkuat pengawasan internal sekaligus membangun sinergi dengan APH agar peredaran narkoba dan barang terlarang dicegah sejak dini,” tegas Stady.
Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, turut menegaskan bahwa razia gabungan dan tes urine merupakan bagian dari komitmen menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan lapas.
“Kami bersyukur dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan narkoba maupun telepon seluler ilegal. Seluruh hasil tes urine juga negatif,” ujarnya.
Ia mengatakan pengawasan akan terus diperkuat dengan melibatkan seluruh jajaran dan membangun koordinasi bersama APH serta instansi terkait.
“Komitmen kami tidak berhenti pada kegiatan hari ini. Seluruh jajaran akan terus menjaga integritas, meningkatkan pengawasan, serta memastikan lingkungan Lapas tetap aman, tertib dan bersih dari narkoba maupun barang-barang terlarang,” tegasnya.
Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Sulawesi Tengah, Hartini, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, keterlibatan jajaran pemasyarakatan dalam pengawasan langsung sekaligus membuka ruang kerja sama dengan BNNP penting untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika.
“Upaya deteksi dini seperti razia dan pemeriksaan urine penting untuk menjaga lingkungan Pemasyarakatan tetap bersih dari narkoba. Kami mengapresiasi langkah Lapas Perempuan Palu yang terus membuka ruang sinergi dengan BNNP dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika,” ujar Hartini.