Gubernur Sulteng Canangkan Berani Pelita Hati di Donggala, Fokus Pemulihan Anak Stunting
Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid.-Foto: Instagram/anwarhafid14-
Palu, Disway.id - Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani stunting melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan keluarga, pemerintah, dan masyarakat desa. Hal itu disampaikan saat pencanangan program Berani Pelita Hati di Desa Nupabomba, Kabupaten Donggala.
“Kemarin, kami mencanangkan Berani Pelita Hati di Desa Nupabomba, Donggala, sebagai ikhtiar bersama menyalakan harapan bagi ibu dan anak. Stunting bukan aib dan bukan untuk disembunyikan. Ini tanggung jawab kita semua,” ujar Anwar Hafid dikutip dari Instagramnya, Jumat (26/12/2025).
Menurut Anwar, penanganan stunting tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah semata. Meski negara hadir melalui berbagai program bantuan, peran keluarga tetap menjadi fondasi utama, khususnya ibu sebagai pihak yang paling memahami kebutuhan gizi anak.
“Negara hadir, pemerintah membantu, namun tetap berbasis keluarga, karena ibu adalah sosok yang paling tahu kebutuhan gizi anaknya,” katanya.
Dalam arahannya, Anwar Hafid juga menekankan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak diterapkan secara seragam, khususnya bagi anak-anak yang mengalami stunting. Ia meminta agar intervensi gizi disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.
“Saya minta MBG tidak disamaratakan. Kita siapkan MBG khusus anak stunting, disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak, dengan pendampingan OPD, PKK, dan desa,” tegasnya.
Ia menambahkan, pendampingan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), Tim Penggerak PKK, hingga pemerintah desa, agar pemulihan anak berjalan optimal dan terukur.
Anwar Hafid pun menargetkan hasil nyata dari program tersebut. Ia memastikan akan kembali ke Desa Nupabomba dalam enam bulan ke depan untuk melihat langsung perkembangan anak-anak penerima intervensi.
“Enam bulan ke depan saya akan kembali. Target saya jelas, anak-anak kita harus pulih, tumbuh sehat, dan tersenyum. Dari Nupabomba, kita buktikan gotong royong bekerja,” pungkasnya.
Pencanangan Berani Pelita Hati diharapkan menjadi contoh penanganan stunting berbasis gotong royong yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Sulawesi Tengah.
Sumber: