Pemprov Sulteng Klaim Anak Putus Sekolah Turun 10 Persen

Sabtu 19-09-2026,23:39 WIB
Reporter : Mihardin
Editor : Mihardin

Palu, Disway.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mencatat adanya penurunan angka anak putus sekolah sekitar 10 persen sepanjang Januari hingga September 2026. Penurunan tersebut terjadi pada sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido mengatakan, capaian tersebut diketahui setelah pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap berbagai program pendidikan yang menjadi prioritas Pemprov Sulteng.

Salah satu program yang turut dievaluasi adalah Berani Cerdas, program unggulan pemerintah daerah yang diarahkan untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan di Sulawesi Tengah.

“Setelah kami mengevaluasi itu, ada penurunan 10 persen dari putus sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA. Kami ingin mengetahui sejauh mana sebenarnya keberhasilan Berani Cerdas,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (19/9/2026).

Reny menuturkan, pemerintah daerah tidak hanya menjalankan program bantuan pendidikan, tetapi juga terus melakukan pendataan untuk mengidentifikasi anak-anak yang masih belum bersekolah.

“Jadi, sembari dengan Berani Cerdas, kami mencari mana sebenarnya anak-anak yang putus sekolah dan kami upayakan supaya mereka bisa sekolah kembali,” ujarnya.

Menurut Reny, Berani Cerdas merupakan salah satu program prioritas Pemprov Sulteng di sektor pendidikan. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan akses, pemerataan sekaligus kualitas pendidikan masyarakat dengan sasaran jangka panjang satu rumah satu sarjana.

Di sisi lain, program Sekolah Rakyat yang merupakan kebijakan nasional juga dinilai ikut memberikan kontribusi terhadap upaya menekan jumlah anak putus sekolah di Sulawesi Tengah.

Sepanjang 2026, realisasi anggaran untuk program Berani Cerdas tercatat mencapai Rp355,261 miliar. Nilai tersebut setara sekitar 7,28 persen dari total APBD Sulawesi Tengah yang berada di angka Rp4,7 triliun.

Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp260 miliar digunakan untuk pemberian beasiswa kepada kurang lebih 47 ribu mahasiswa yang memiliki KTP Sulawesi Tengah. Para penerima beasiswa tersebut tersebar di 401 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.

Adapun anggaran lainnya dimanfaatkan untuk sejumlah kebutuhan pendidikan. Di antaranya BOSDA, pembayaran SPP bagi siswa kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta, beasiswa cerdas dan bakat istimewa, serta dukungan biaya Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Praktik Kerja Industri (Prakerin) bagi siswa SMK.

Pemprov Sulteng juga mengalokasikan bantuan pendidikan bagi guru ASN, termasuk dukungan untuk mengikuti pendidikan profesi.

“Selanjutnya perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan berbasis digital SMA dan SMK, dan terakhir pemberian bantuan seragam sekolah,” ujarnya.

Kategori :